AKSESIBILITAS DAN INKLUSIVITAS ORANG TULI DI RUANG PUBLIK

Herry Nur Hidayat, Rona Almos, Alies Poetri Lintangsari

Abstract


Ruang publik harus memberikan kenyamanan bagi seluruh warga negara. Namun dalam praktiknya, hak-hak penyandang disabilitas masih terbatas. Pemahaman tentang penyandang disabilitas di Indonesia tampaknya masih cenderung pada orientasi fisik, yaitu disabilitas netra dan pengguna kursi roda. Penyandang Tuli, pada beberapa fasilitas transportasi publik tampak terabaikan haknya. Artikel ini memaparkan hasil observasi terhadap aksesibilitas disabilitas di ruang transportasi publik yang belum mengakomodasi kebutuhan dan hak penyandang Tuli. Keterbatasan Tuli dalam berkomunikasi belum terakomodasi secara optimal oleh layanan transportasi publik. Hasil pengamatan menunjukkan kurang maksimalnya penyediaan fasilitas bagi penyandang Tuli di terminal bus, stasiun, dan bandar udara. Regulasi peraturan perundangan yang telah ada tidak secara maksimal dilaksanakan oleh penyelenggara layanan transportasi publik. Hasil analisis menunjukkan tidak tersedianya fasilitas bagi penyandang Tuli santara lain tidak adanya koordinasi antarinstansi pemangku kebijakan. Di samping itu, aspek pengawasan juga terabaikan. Rekomendasi yang diberikan melalui artikel ini adalah pembuatan tanda visual real time bagi penyandang Tuli, baik berupa gambar, teks berjalan, maupun lampu. Di samping itu, kinerja Komisi Nasional Disabilitas harus dimaksimalkan untuk memantau dan mengawai penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak disabilitas termasuk penyandang Tuli.


Keywords


Aksesibilitas, orang tuli, disabilitas, ruang publik

References


Amalia, H. (2019). Evaluasi Kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pekanbaru dalam Pembangunan Sistem Drainase. Jurnal Kebijakan Publik, 12(1), 19–26. Retrieved from https://repository.uir.ac.id/6691/

Andriani, H., & Amsari, F. (2021). Hak Pilih Kelompok Penyandang Disabilitas dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 di Sumatera Barat. Jurnal Konstitusi, 17(4), 777–798. https://doi.org/10.31078/jk1744

Arianto, D., & Apsari, N. C. (2022). Gambaran Aksesibilitas, Inklusivitas, dan Hambatan Penyandang Disabilitas dalam Memanfaatkan Transportasi Publik: Studi Literatur di Berbagai Negara. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial, 5(2), 156–170. https://doi.org/10.24198/focus.v5i2.42633

Budiyanto, & Sheehy, K. (2019). Developing Signalong Indonesia: Issues of Politics, Pedagogy and Perceptions. In N. Grove & K. Launonen (Eds.), Manual Sign Acquisition by Children with Developmental Disabilities. New York: Nova Publisher.

Budiyanto, Sheehy, K., Kaye, H., & Rofiah, K. (2018). Developing Signalong Indonesia: issues of happiness and pedagogy, training and stigmatisation. International Journal of Inclusive Education, 22(5), 543–559. https://doi.org/10.1080/13603116.2017.1390000

Fachri, F., & Maharani, E. (2019). Sumbar Hanya Punya 8 Penerjemah Bahasa Isyarat. Retrieved March 25, 2022, from Republika Online website: https://news.republika.co.id/berita/pzjwqr335/sumbar-hanya-punya-8-penerjemah-bahasa-isyarat

Gayatri, I. A. M. (2019). Analisis Wacana Kritis Kebinekaan Bahasa Isyarat dalam Pendidikan Bahasa Indonesia pada Komunitas Tuli dan SLB. Memajukan Peran Bahasa Dalam Kancah Kontemporer Bahasa Indonesia: Penguatan Strategi Dan Diplomasi Kebahasaan Di Berbagai Bidang, 124–133. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan - Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan. Retrieved from http://repositori.kemdikbud.go.id/20235/14/13. Makalah Ida Ayu Made Gayatri.pdf

Gusman, D., Nazmi, D., & Syofyan, Y. (2022). Pemenuhan Hak Memperoleh Pekerjaan Bagi Penyandang Disabilitas Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Riau Law Journal, 6(2), 231–245.

Harditya, A. (2020). Indonesian Sign Language (BISINDO) As Means to Visualize Basic Graphic Shapes Using Teachable Machine. Proceedings of the International Conference of Innovation in Media and Visual Design (IMDES 2020), 1–7. https://doi.org/10.2991/assehr.k.201202.045

Isma, S. T. (2018). Meneliti Bahasa Isyarat Dalam Perspektif Variasi Bahasa. Kongres Bahasa Indonesia, 1–14.

Mayarni, M., Meilani, N. L., & Zulkarnaini, Z. (2021). Kualitas Pelayanan Publik Bagi Kaum Difabel. Jurnal Kebijakan Publik, 9(1), 11-18.

Mursita, R. A. (2015). Respon Tunarungu Terhadap Penggunaan Sistem Bahasa Isyarat Indonesa ( SIBI ) dan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dalam Komunikasi. Inklusi, 2(2), 221–232.

Nuryazid, N., & Mulwinda, A. (2017). Pengembangan Aplikasi Kamus Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dengan Mengintegrasikan Cloud Video Berbasis Android. Edu Komputika Journal, 4(1), 34–34.

Palfreyman, N. (2015). Budaya Tuli Indonesia dan Hak Bahasa. Seminar Tahunan Linguistik 2015, 1–8. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Retrieved from https://www.researchgate.net/profile/Nick-Palfreyman-2/publication/322818553_Budaya_tuli_Indonesia_dan_hak_bahasa_Indonesian_deaf_culture_and_language_rights_language_Indonesian/links/5a712124458515015e64075b/Budaya-tuli-Indonesia-dan-hak-bahasa-Indonesia

Pramashela, F. S., & Rachim, H. A. (2021). Aksesibilitas Pelayanan Publik bagi Penyandang Disabilitas di Indonesia. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial, 4(2), 225–232. https://doi.org/10.24198/focus.v4i2.33529

Rahmadi. (2021). Gerkatin Minta Pemprov Sumbar Punya Penerjemah Bahasa Isyarat. Retrieved March 9, 2021, from Langgam.id website: https://langgam.id/gerkatin-minta-pemprov-sumbar-punya-penerjemah-bahasa-isyarat/

Rahyono, F. X., & Suwiryo, A. I. (2018). Pengembangan Fungsi Ragam Bahasa Isyarat Alamiah, Bisindo, sebagai Sarana Pencerdasan Orang Tuli. Kongres Bahasa Indonesia. Jakarta.

Riadi, A., & Aditia, P. (2017). Buku Ilustrasi Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) Bagi Anak Tunarungu. Proceeding of Art & Design, 4(3), 799–803.

Salsabila, S., & Apsari, N. C. (2021). Aksesibilitas Fasilitas Pelayanan Publik di Beberapa Wilayah dan Implementasi Undang-Undang dalam Memenuhi Hak Penyandang Disabilitas. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 2(2), 180. https://doi.org/10.24198/jppm.v2i2.33976

Situmorang, Z., & Gunawan, H. (2020). Perancangan Aplikasi Kamus Bahasa Isyarat Menggunakan Algoritma Levenshtein Sebagai Pencarian Kata Berbasis Android. It (Informatic Technique) Journal, 8(1). https://doi.org/10.22303/it.8.1.2020.01-11

Veriyani, V., Parahita, B. N., & Trinugraha, Y. H. (2023). Kolaborasi Stakeholders Dalam Pengembangan Ruang Publik. Jurnal Kebijakan Publik, 14(2), 242. https://doi.org/10.31258/jkp.v14i2.8278

Wedayanti, N. P. L., Lintangsari, A. P., & Wirawan, G. A. P. (2021). Perkembangan Bahasa Isyarat Daerah Denpasar. Linguistik Indonesia, 39(2), 217–223.

Wibawani, S. (2022). Strategi Pemberdayaan Program Karepe Dimesemi Bojo Pada Penyandang Disabilitas Mental. Jurnal Kebijakan Publik, 13(3), 229-237.

Wicaksono, T., Simamora, J. I. G., & Pradana, G. H. (2019). Pelayanan Umum Kereta Api di Yogyakarta bagi Difabel. Inklusi, 6(1), 47–70. https://doi.org/10.14421/ijds.060103

Wijaya, L. L. (2018). Bahasa Isyarat Indonesia sebagai Panduan Kehidupan bagi Tuli. Kongres Bahasa Indonesia.

Zulpicha, E. (2017). Konflik Kebijakan Penggunaan Sistem Bahasa Isyarat Indonesia Di Lingkungan Pendidikan Formal. Jurnal Analisa Sosiologi, 6(1), 100–109. https://doi.org/10.20961/jas.v6i1.18190.




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/jkp.v14i4.8346

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Jurnal Kebijakan Publik

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.