COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PEMBANGUNAN INKLUSIF WISATA

Hasan Ismail, Eddy Wahyudi, Angrraeny Puspaningtyas

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk menganalisis collaborative governance dalam pembangunan inklusif pada wisata Pantai Delegan Kabupaten Gresik, untuk mengetahui kolaborasi dalam pengembangan wisata pantai delegan, dan mengetahui pembangunan inklusif dalam pengembangan wisata pantai delegan di Kabupaten Gresik. Dewasa ini, pariwisata merupakan salah satu program utama pemerintah yang diharapkan dapat menjadi salah satu penghasil devisa yang sangat penting bagi pemerintah untuk mendukung keberhasilan pembangunan negara. Teori yang digunakan yakni collaborative government dan konsep pembangunan inklusif. Penelitian ini menggunakan pen-dekatan kualitatif, adapun jenis penelitian deskriptif, Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi literatur, informan pada penelitian ini yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gresik, pemerintah Desa Delegan, pengelola Pantai Delegan, masyarakat Desa Delegan dan wisatawan pantai Delegan. Pembangunan inklusif di Wisata Pantai Delegan sudah terbentuk, melalui keterlibatan masyarakat, pemerintah desa dan pemerintah daerah dalam pembangunan wisata, namun inovasi pengembangan wisata masih kurang maksimal sehingga kunjungan wisatawan mengalami penurunan. Dilihat dari kolaborasi pemerintahan yang berlangsung dalam pengembangan wisata Pantai Delegan, ada dominasi pemerintah desa selaku aktor yang memiliki kewenangan lebih banyak dalam pengelolaan wisata yang terjadi dalam pengambilan keputusan, pengelolaan dan monitoring. Selain itu, belum ada keterlibatan sektor swasta, media dan akademisi dalam pengembangan wisata Pantai Delegan

Keywords


Pembangunan inklusif, collaborative governance, wisata pantai

References


Ansell, Chris And Gash, A. (2008). Collaborative Governance In Theory and Practice, Journal of Public Administration Research And Theory, 18(4).

Bela, H. S., & Utama, A. S. (2022). Model Collaborative Governance dalam Pembangunan Pariwisata Alam di Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Jurnal Pemerintahan dan Politik, 7(4).

Creswell, J. W. (2015). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Gramedia Pustaka Utama.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2006). The Sage Handbook Of Qualitative Research, 2nd Ed. Edited By Norman K. Denzin, And Yvonna S. Lincoln. Library, 28(August).

Fairuza, M. (2017). Kolaborasi Antar Stakeholder Dalam Pembangunan Inklusif Pada Sektor Pariwisata ( Studi Kasus Wisata Pulau Merah di Kabupaten Banyuwangi ). Kebijakan Dan Manajemen Publik Volume, 5(3).

Febriandini, A. P., Warsono, H., Azlansyah, S. S., & Sipayung, A. Z. (2019). Peran Stakeholder Dalam Pemberdayaan di Kampung Pelangi. Jurnal Ilmiah Tata Sejuta Stia Mataram, 5(1). Https://Doi.Org/10.32666/Tatasejuta.V5i1.47

Gunadi, A., & Rusli, Z. (2022). Implementasi Program Pengembangan Pariwisata. Jurnal Kebijakan Publik, 13(3), 260. Https://Doi.Org/10.31258/Jkp.V13i3.8115

Hadi, F., & Al-Asy Ari, M. K. H. (2017). Kajian Potensi Dan Strategi Pengembangan Wisata Pantai Syari’ah (Studi Di Pulau Santen Kabupaten Banyuwangi). Jurnal Md, 3(1). Https://Doi.Org/10.14421/Jmd.2017.31-07

Hernimawati, Surya Dailiati, S. (2022). Pengelolaan Pembangunan Kepariwisataan Daerah. Jurnal Kebijakan Publik, 13(2), 163–169.

Indhawati, A., & Widiyarta, A. (2022). Pengembangan Objek Wisata Lontar Sewu oleh Bumdesa. Jurnal Kebijakan Publik, 13(2), 152–157.

Laili Khikmawati, S. H. (2022). Model Pengembangan Wisata Bahari Model Development Marine Tourism. Jurnal Kebijakan Publik, 13(4), 413–420.

Neuman, W. L. (2011). Social Research Methods: Qualitative And Quantitative Approaches. In Pearson Education.

Putri, C. W. (2015). Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Pada Pengelolaan Pantai Delegan di Kabupaten. Jurnal Ekonomi, 1 (1).

Rusyidi, B., & Fedryansah, M. (2019). Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial, 1(3). Https://Doi.Org/10.24198/Focus.V1i3.20490

Salouw, E. (2021). Implementasi Peran Stakeholders dalam Pengembangan Pariwisata. Jurnal Pariwisata Pesona, 6(1). Https://Doi.Org/10.26905/Jpp.V6i1.5543

Silayar, K. (2021). Tata Kelola Pemerintahan Kolaboratif Dalam Pengembangan Pariwisata Di Kabupaten Kepulauan Sula. Jurnal Renaissance, 6(2). Https://Doi.Org/10.53878/Jr.V6i2.155

Sudirman, F. A., Tombora, I. T. A., & La Tarifu. (2022). Tata Kelola Kolaboratif (Collaborative Governance) Pembangunan Pariwisata Bajo Mola Wakatobi. Indonesian Journal Of International Relations, 6(1). Https://Doi.Org/10.32787/Ijir.V6i1.335

Tamrin, M. H., Muhafidin, D., Nurasa, H., & ... (2022). Modal Sosial Dalam Tata Kelola Wisata Pesisir: Studi Di Pantai Delegan Kabupaten Gresik Pasca Pandemi. Aliansi: Jurnal Politik …, 2021(December 2021). Http://Journal.Unpad.Ac.Id/Aliansi/Article/View/41958




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/jkp.v14i2.8260

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Jurnal Kebijakan Publik

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.