KOMUNITARIAN MASYARAKAT NELAYAN INDONESIA: KAWASAN PESISIR RUPAT UTARA

Geovani Meiwanda, Nur Laila Meilani, Khairul Amri

Abstract


Wilayah pesisir Provinsi Riau berhadapan langsung dengan Selat Malaka, bagian utara wilayah pesisir Pulau Rupat. rupat utara terkenal akan pariwisata, melalui pantai pasir putih yang indah. Masalah yang menarik dari makalah ini adalah bahwa komunitas nelayan yang selalu dalam data menjadi komunitas miskin. laut dan nelayan telah menjadi mitra sejak lama, telah membentuk komunitas tetapi komunitas ini tidak memberikan kesejahteraan. Fokus penelitian dalam artikel ini adalah di desa Tanjung Medang, Desa Teluk Rhu dan juga Desa Tanjung Punak. Ketiga desa ini adalah desa paling utara dengan garis pantai, dan rumah tangga nelayan berdomisili di daerah ini. desa-desa ini memiliki komunitas nelayan dan beberapa kelompok usaha kecil bersama (KUBE). dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, didukung oleh data sekunder dan data primer. artikel ini menjelaskan keberhasilan dan tantangan masyarakat desa nelayan dalam produk laut. Melalui konsep Communitarian oleh Etzioni, penulis ini menggambarkan realitas konsep subsidi yang terjadi pada masyarakat nelayan di desa-desa yang bersifat lokus, dan kehadiran negara dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.


Keywords


Komunitarian, Wilayah Pesisir, Kesejahteraan, Komunitas Pesisir

Full Text:

PDF

References


Afrizal., 2016., Metode Penelitian Kuantitatif., Raja Grafindo Persada., Jakarta.

Aida, Ridha. 2005. Liberalisme dan Komuni- tarianisme: Konsep tentang Individu dan Komunitas. DEMOKRASI Vol. IV No. 2. Amin Mudzakkir, ... Kembalinya Tradisi: Rasionalitas Dan Etika Komunitarian Alasdair Macintyre. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia – LIPI ISSN 2407-0556

Amrizal, Safrizal, Mahdi dan Junaidi, 2016. Pengembangan Usaha Perikanan Laut Berkelanjutan Berbasis Zona Penangkapan di Kabupaten Bengkalis, Disertasi Program Doktor Pascasarjana Universitas Andalas, Padang (tidak dipublikasikan)

Badrudin, N.N Wiadnyana, B.Wibowo, 2005. Deep water exploratory bottom long lining In the waters of the Arafura Sea. Indonesian Fisheries Research journal, 11 (1) : pp 41-46.

Badrudin, Wudianto, N.N. Wiadnyana, dan S. Nurhakim, 2006. Deep sea fish resources Diversity and potential in the waters of western Sumatera of the Eastern Indian Ocean. Indonesian Fisheries Reseach journal. 12(2): pp 113-12.

Bailey and Brorsen (1989). Price Asymetry in Spatial Fee Cattle Markets.Western Journal of Agriculture Economics, Vol. 14. pp 246-252 .

Brill, R.W. et al, 1999. Horizontal Movements and depth Distribution of large adult Yellowfin tuna (Thunnus albacores) near the Hawaiian Islands, recorded using Ultrasonic telematry: Implications for the physiological ecology of pelagic fishes, Marine Biologi (133) pp 395 – 408, Hawaii.

Dahuri, R., 2001. Potensi dan permasalahan pembangunan kawasan pesisir Indonesia, Pusat kajian sumberdaya pesisir dan lautan IPB, Bogor.

Fauzi, A. dan S. Anna, 2005. Permodelan sumber daya perikanan dan kelautan untuk analisis kebijakan, Gramedia pustaka utama, Jakarta.

Ghofur, Abd. 2014. Problematika Pembangunan PulauTerluardan PemberdayaanMasyarakat di Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis. Jurnal Toleransi: Media Komunikasi Umat Beragama, 6 (1).

Indiahono, Dwianto., 2009., Perbandingan Administrasi Publik., Gava Media., Yogyakarta.

Kusumanegara, Solahuddin., 2010., Model dan Aktor dalam Proses Kebijakan Publik., Gava Media., Yogyakarta.

Nugroho, Riant., 2006., Kebijakan Publik untuk Negara-Negara Berkembang., PT. Elex Media Komputindo., Jakarta.

Otto G usti M adung, 2012. Relevansi perdebatan liberalismeversu komunitarisme untuk konteks Indonesia. 634 M illah Vol. XI, No. 2, Februari 2012

Sartika, Ika. 2011. Evaluasi Kebijakan Pemberdayaan Nelayan. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 11 (2).

Parsons, Wayne., 2005., Public Policy Pengantar Teori dan Praktik Analisis Kebijakan., Kencana., Jakarta.

Tonny, Judiantono. 2011. Analisis Pola dan Estimasi Pergerakan Barang Sebagai Pertimbangan prioritas Pembangunan Jalan di Kabupaten Bengkalis – Provinsi Riau. Jurnal Perencanaan Wilayah Kota Universitas Islam Bandung, 2 (11).

Purnama, C. R. A., Besar, B., Pelayanan, P., Jl, S. B., Sosial, K., & Sonosewu, N. (2016). Analisis Kebutuhan Pelayanan Sosial bagi Keluarga Nelayan Miskin. (1), 219–234.

Satria, A. (2015). Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir. Buku Obor.

Schumaker, P. (2018). Amitai Etzioni: Communitarian Centrist and Principled Pluralist. Social Science Journal, 55(1), 4–5. https://doi.org/10.1016/j.soscij.2018.02.004




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/jkp.v10i2.7867

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Kebijakan Publik

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.